Hai
perkenalkan namaku Disya. Saat ini aku masih duduk di bangku SMA. Beberapa hari
lalu aku mengalami kejadian aneh dan mistis.
Pagi hari yang cerah, sang surya
mulai menampakan cahayanya. Aku berjalan diantara lorong sekolah yang sepi. Ditengah
jalan aku bertemu dengan Shania, sahabatku.
“Shan… tunggu.” Kataku
“Eh Disya, ke ruang kelas bareng
yuk.” Kata Shania
“Oke.” Kataku
Aku dan Shania lalu berjalan menuju
ruang kelas. Ruang kelasku tepat berada disebelah UKS Sekolah. Aku dan Shania
akhirnya sampai didepan kelas juga. Belum ada siapa-siapa didalam. Hanya aku
dan Shania saja yang sudah datang.
“Tumben pada belum dateng, biasanya
udah banyak.” Kata Shania
“Iya sih, engga biasanya loh.” Kataku
“Ya udah taruh tas dulu aja oke?”
tanya Shania
“Oke.” Jawabku
Aku dan Shania lalu menaruh tas
dibarisan depan sendiri. Memang kami sering sekali duduk sebangku. Tiba-tiba
Shania……
“Dis ada yang aneh.” Kata Shania
“Apaan? Aku parno banget… takut
sumpah, emang ada apa?” tanyaku dengan takut
“Aku mau ke kamar mandi bentar ya hehehe.” Jawab Shania
“Kirain ada apa…” kataku dengan lega
“Anterin ke kamar mandi ya? Disya
baik deh.” pinta Shania
“Iya deh, tapi jangan nakut-nakutin
lagi.” Jawabku
Aku dan Shania lantas berangkat
menuju kamar mandi. Kami menyusuri setiap lorong di Sekolah untuk menuju kamar mandi. Angin berhembus kencang,
daun-daun tampak berguguran.
“Eh kamu tunggu depan ya?” tanya
Shania
“Oke, tapi jangan lama-lama.” Jawabku
“Siap….” Kata Shania
Shania lalu masuk kedalam kamar mandi
sedangkan aku menunggu didepan. Perasaanku mulai tak karuan. Aku merasakan
kehadiran ‘makhluk lain’ ditempat itu. Aku mencoba menahan rasa takutku itu
dengan menyayi-nyanyi. Dan akhirnya Shania selesai juga.
“Huh untung kamu udah selesai.” Kataku
“Benerkan aku cepet hahaha.” Kata Shania
“Iya iya kamu cepet, secepat kilat
hahaha. Yuk balik ke kelas, ntar tau-tau malah udah ada Bu Sarmi di kelas.” Kataku
Kami bergegas menuju kelas kembali. Hal
itu ternyata memang terjadi, Bu Sarmi sudah ada didalam kelas.
“Kalian ini, dari mana saja. Sudah ditunggu
dari tadi kok malah engga datang. Keluar kelas juga engga pamit segala lagi.” Kata
Bu Sarmi
“Tapi Bu….” Kata Shania
“Sudah sekarang kamu kerjakan
halaman 113 di Perpustakaan sekarang!” perintah Bu Sarmi
Hah? Begitu kagetnya aku. Perasaan tadi
belum ada siapa-siapa di kelas tetapi mengapa Bu Sarmi dan anak-anak yang lain
sudah datang dari tadi. Aku dan Shania juga pergi keluar kelas tidak pamit
kepada Bu Sarmi dan katanya pergi lama sekali. Perasaan tadi waktu keluar tidak
ada siapa-siapa dikelas, hanya ada aku dan Shania. Kami pergi ke kamar mandi
hanya sekitar 5 menit tetapi dibilang lama sekali.
Aku dan Shania saling bertatap muka
terheran-heran. Kejadian apa yang kami alami barusan? Sungguh aneh. Aku dan
Shania lalu menuju Perpustakaan untuk menggerjakan tugas yang diberikan oleh Bu
Sarmi.
“Aneh banget ngga sih, perasaan tadi
belum ada siapa-siapa dikelas.” Kata Shania
“Iya aneh banget, engga masuk logika.
Udah yang penting kerjain tugasnya dulu.” Kataku
Kami lalu menggerjakan tugas yang
diberikan oleh Bu Sarmi. Tugas yang diberikan Bu Sarmi sangat banyak. Tetapi ada
yang aneh dibuku Shania.
“Disya, kenapa ada ceceran darah
dibuku halaman 113 tempatku?” tanya Shania
“Mungkin itu kena darahmu.” Jawabku
“Engga mungkin, kemaren malem
halaman ini baru aja aku buka, tapi engga ada darah setetes pun. Selama ini
tanganku juga engga pernah berdarah.” Kata Shania
“Haduh… hari ini emang kejadiannya
diluar logika banget. Sekarang fokus ngerjain dulu lah.” Kataku
Aku masih heran dengan kejadian ini.
Semuanya berasa sangat diluar logika. Ditambah kejadian yang menimpa buku
halaman 113 milik Shania.
Aku memperhatikan Shania, dia
bukannya ngerjain tugas yang diberikan oleh Bu Sarmi, tetapi malah menggambar. Aku
mulai menanyakan hal ini.
“Kamu lagi gambar apa?” tanyaku
“Ini lagi gambar orang yang tadi di kamar mandi aku temui. Orangnya cantik
banget, ngalahin kecantikannya Asmirandah.” Jawab Shania
“Kamu ini bukannya ngerjain tugas
malah ngambar. Eh bentar bukannya tadi di kamar mandi cuman ada kita berdua ya?”
tanyaku
“Tadi ada tiga orang kok. Aku, kamu
dan perempuan cantik itu.” Jawab Shania
“Ah ngaco, orang kita cuman berdua. Ya
udah lupain aja sekarang kerjain tugasnya dulu.” Kataku
“Eh bentar, aku ke kamar mandi lagi
ya, kebelet banget.” Kata Shania
“Ya udah, cepet sana ntar ngompol
disini hahaha.” Kataku
Aku meneruskan mengerjakan tugas
yang diberikan Bu Sarmi. Tetapi setelah sekitar 30 menit, Shania tak kunjung
kembali. Aku merasa heran dan takut. Diarah pintu tampak seorang perempuan yang
sedang berlari menujuku. Wajahnya sangat mirip seperti yang digambar oleh
Shania tadi. Nampaknya dia ingin memberitahukan sesuatu kepadaku. Dia menyuruhku
mengikuti dia, aku hanya menurut saja.
Dia berlari menuju kamar mandi cewek
tempat dimana Shania pergi. Aku kaget setengah mati melihat Shania tergeletak
di dalam kamar mandi.
“Ya Tuhan Shania……” teriakku
Aku berlari menuju tempat Shania
tergeletak. Aku menyuruh perempuan itu untuk menjaga Shania karena aku akan
mencari bantuan. Perempuan itu hanya mengangguk dan tersenyum. Lantas aku berlari
menuju Ruang Guru untuk meminta bantuan.
“Pak tolong saya, teman saya jatuh
di kamar mandi.” Kataku
“Ya sudah, saya dan Pak Burhan akan kesana” kata Pak
Jono, salah satu guru
Kami semua lalu berlari menuju kamar
mandi. Tetapi saat kami sampai disana, Shania sudah tidak ada ditempatnya.
“Mana teman adek yang katanya jatuh
itu?” tanya Pak Jono
“Tadi ada disini pak, sumpah deh
engga bohong.” Jawabku dengan perasaan heran.
“Sekarang kita pergi ke UKS saja,
mungkin dia sudah dibawa kesana.” Kata Pak Burhan
Kami semua lalu menuju UKS. Dan
ternyata Shania sudah ada disana bersama perempuan tadi.
“Kamu yang sudah membawa Shania
kesini ya?” tanyaku
Perempuan itu hanya mengangguk dan
tersenyum.
“Terimakasih sudah membawa teman saya kesini.” Kataku kepada
perempuan itu
“Eh kamu ngomong sama siapa?” tanya
Pak Burhan
“Itu Pak, orang yang ada disitu. Dia
yang sudah membawa Shania kesini.” Kataku sambil menunjuk arah dimana perempuan
itu berasa
“Ngaco ah, orang disini cuman ada kita
kok.” Kata Pak Burhan
Aku melihat kearah perempuan itu
lagi. Dia hanya tersenyum kepadaku dan tubuhnya berangsur-angsur menghilang.
Siapakah dia? Kenapa hanya aku yang bisa melihat dia dan kenapa dia menghilang
seketika? Perasaanku mulai takut saat itu.
Akhirnya Shania siuman. Ia mulai
menceritakan ketika dia jatuh.
“Pas aku mau masuk kedalam, kakiku
terpeleset hingga terjatuh dan mengakibatkan aku pingsan seperti ini.” Kata Shania
“Ya sudah
kamu istirahat dulu.” kata Pak Burhan
Aku menemani Shania di UKS. Setelah beberapa lama di UKS, aku mengambil
buku yang ada di Perpustakaan tadi. Dan anehnya lagi gambar perempuan itu yang
sempat digambar oleh Shania hilang tanpa bekas, hanya tertinggal kertas kosong
saja. Darah yang ada dibuku halaman 113 milik Shania juga hilang tanpa bekas. Apakah
ini tanda jika Shania akan mengalami musibah? Berarti perempuan misterius itu
adalah…………..
SELESAI
Kalau mau COPAS ijin dulu oke :)
Kalau mau COPAS ijin dulu oke :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar