Minggu, 28 Oktober 2012

Pengorbanan...



            Ditengah keramaian di kampus tampak seorang perempuan bernama Melody. Ia merupakan seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi didaerah Bandung. Beberapa bulan lalu ia ditinggal kekasihnya yang meninggal karena tertabrak angkutan umum saat hendak berangkat ke kampus. Hingga sekarang ia masih tidak dapat melupakan kekasihnya tersebut.
            Pagi hari yang cerah saat mentari mulai menampakkan sinarnya, Melody berjalan menuju kampusnya yang terletak tak jauh dari rumahnya. Disepanjang jalan kampus banyak orang membicarakan dia karena setiap kali ada cowok yang dekat dengan dia mengalami hal yang buruk atau musibah dan dicap sebagai cewek pembawa sial. Melody tidak mempedulikan apa kata mereka yang penting enjoy aja.
            Dari arah belakang tampak Allya, sahabat Melody  berlari menuju arah Melody.
            “Ody tunggu dong…..” teriak Allya yang sedang berlari
            “Haduhhh…bisa ngga sih engga panggil nama Ody.” Kata Melody
            “Ampun mbak hehehe.” Kata Allya
            “Udah sampe kan yuk langsung capcuss ke kampus.” Kata Melody
            Mereka lalu berjalan menuju Kampus tanpa mempedulikan orang-orang sekitarnya yang masih saja membicarakan Melody. Ditengah jalan mereka bertemu dengan Romi.
            “Hai Melody.” Sapa Romy
            “Hai juga. Kamu engga takut kena musibah kayak cowok yang lain?” tanya Melody
            “Ngapain takut.” Jawab Romi
            Melody dan Allya berjalan meninggalkan Romi sendirian. Romi mengejar mereka tetapi malah Romi terpeleset hingga jatuh.
            “Bener yangkan mereka bilang, kalau cowok yang deket sama aku pasti kena sial.” Kata Melody
            “Alah itu paling cuman kebetulan aja pas kena musibah. Bulan lalu Boby meninggal ketabrak angkutan umum mungkin itu memang ajalnya. Kemaren Dion kesiram air panas mungkin juga karena kurang hati-hati. Sekarang Romi kepleset mungkin emang takdirnya kepleset.” Kata Allya yang berusaha menenangkan Melody
            “Iya juga sih.” Kata Melody
            Melody merasakan ada hal aneh. Ia merasa ada yang mengikuti dia.
            “Al kamu ngerasa ngga sih kalau ada yang ngikutin kita?” kata Melody
            “Engga, ah mungkin itu cuman perasaanmu aja.” Jawab Allya
            “Engga mungkin. Aku ngerasain udah dari lama.” Kata Melody
            “Ah lupain aja, sekarang ada kelas capcus yuk.” Kata Allya
            Mereka langsung menuju kelas. Melody masih dapat merasakan kalau ada yang mengikuti dia.
            Beberapa jam kemudian Melody dan Allya telah selesai mengikuti kuliah. Tiba-tiba ada seorang cowok mendekati Melody dan ternyata dia bernama Bagus. Bagus memang cowok yang keren, gaul dan semua cewek di kampus menyukai dia termasuk Melody.
            “Hai Melody.” Sapa Bagus
            “Hai juga Kak Bagus.” Jawab Melody
            “Ehmmmm, Dy mau ngga nanti malem kita dinner bareng?” tanya Bagus
            “Emmm gimana ya” kata Melody
            “Udah Dy terima aja, jarang-jarang ada orang yang diajak dinner sama Kak Bagus. Lagian kamukan suka sama Kak Bagus terima aja.” Bisik Allya kepada Melody
            “Tapi kalau Kak Bagus kenapa-kenapa gimana?” bisik Melody
            “Ody itu cuman kebetulan aja.” Bisik Allya
            “Ya udah aku mau kak.” Kata Melody
            “Asiik, nanti aku jemput jam 7 dirumah kamu ya?” tanya Bagus
            “Okelah kak.” Jawab Melody
            “Rumah kamu masih yang di Jalan Merpati kan?” tanya Bagus
            “Masih kak.” Jawab Melody
            “Oke sampe ketemu nanti Melody.” Kata Bagus yang sembari meninggalkan mereka berdua
            Hati Melody  Berbunga-bunga karena diajak dinner bersama Bagus. Allya sebagai sahabatnya juga merasa senang.
            “Eh Ody aku pulang dulu ya udah dijemput.” Kata Allya
            “Bisa gak sih engga panggil Ody.” Kata Melody
            “Hehe ampun ampun Ody eh Melody.” Kata Allya   
            “Oke sampe ketemu besok dikampus.” Kata Melody
            “Kalau kangen telepon ya hahaha.” Kata Allya
            “Mulai nih kegilaannya hahaha. Ya udah, kasian tuh yang nungguin kamu dari tadi.” Kata Melody
            Akhirnya Melody pulang sendirian. Perasaan aneh mulai muncul lagi. Melody merasa diikuti oleh seseorang tetapi orang itu tidak ada.
            Ditempat lain Bagus yang saat itu sedang bermain basket bercakap-cakap dengan Indra, temannya.
            “Gus kamu ngga takut kena sial gitu kalau deket Melody?” tanya Indra
            “Engga, emangnya kenapa takut.” Jawab Bagus
            “Secara dia kan cewek pembawa sial. Liat aja cowok yang deket sama dia pasti kena sial. Jangan-jangan kamu korban selanjutnya hahaha.” Kata Indra
            “Ngaco ah kamu. Sekarang lanjut maen basket lah” Kata Bagus
            Tiba-tiba ada yang melempar baru kearah Bagus hingga mengenai kepalanya. Untungnya batu itu kecil sehingga hanya menimbulkan luka ringan saja.
            Beberapa menit kemudian  Melody sampai dirumah. Ia langsung bergegas menuju kamar tidurnya. Melody mengambil foto Boby, kekasihnya dulu yang meninggal karena tertabrak angkutan umum yang jatuh didepan matanya.
            “Aneh, fotonya Boby kok tiba-tiba bisa jatuh disini. Padahal foto ini aku simpan didalam lemari buku.”
            Perasaan heran mulai menyelimuti dirinya. Ditambah lagi ada sebuah suara memanggil nama Melody dengan merdu.
            “Melody………………………….”
            “Siapa itu? Tanya Melody
            Tetapi tidak ada yang menjawab. Melody mulai merasa takut dan akhirnya menelpon Allya untuk datang kerumahnya.
            “Halo Allya?”
            “Eh Melody. Benerkan kamu kangen sama aku, buktinya kamu telepon aku hahaha.”
            “Serius ah, kamu sekarang bisa kerumahku ?”
            “Aku diajak pergi sama orang tuaku masalahnya. Maaf banget ya.”
            “Enggapapa sih. Have fun ya.”
            Beberapa jam kemudian, Bagus telah sampai didepan rumah Melody. Melody bergegas keluar rumah dan mereka menaiki motor menuju café yang sudah Bagus pesan. Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai.
            “Kamu mau pesan apa?” tanya Bagus
            “Aku Ayam bakar sama lemon squash aja kak.” Kata Melody
            “Mbak Ayam bakar 2, lemon squash 1 sama cappuccino 1 ya.” Kata Bagus kepada waiter café tersebut.
            “Ehmmm sebenarnya aku mau ngomong sesuatu kekamu.” Kata Bagus
            “Apa kak?” tanya Melody
            “Tapi kamu jangan marah ya?” tanya Bagus kembali
            “Santai aja kali kak.” Jawab Melody
            “Maukah kamu jadi pacar kakak?” tanya Bagus
            “Kakak engga malu pacaran sama cewek pembawa sial kayak aku ini?” Tanya Melody balik
            “Ngapain malu coba. Mana mungkin sih ada cewek pembawa sial.” Jawab Bagus
            “Kalau gitu Melody mau deh kak.” Kata Melody
            “Asik. Eh pesanannya udah dateng dimakan yuk.” Kata Bagus
            Makan dan Minuman telah siap. Mereka langsung menyantap makanan yang mereka pesan.
            Setelah beberapa waktu di café akhirnya mereka selesai juga.
            “Pulangnya aku antar lagi ya.” Kata Bagus
            “Iya dong, datang diantar pulang harus dijemput hahaha.” Kata Melody
            Mereka lalu pergi meninggalkan café tersebut. Ditengah perjalanan sebuah kecelakaan terjadi. Motor yang mereka kendarai menabrak sebuah tiang listrik. Bagus terpental dari motornya sedangkan Melody hanya jatuh saja.
            “Kak Bagussss…..”  teriak Melody
            Dari arah belakang Allya dan Doni menolong Melody.
            “Yaampun Melody, kamu engga kenapa-kenapa kan?” tanya Allya
            “Aku sih engga kenapa-kenapa. Tapi kak Bagus terpental kearah sana.” Jawab Melody
            Mereka semua lalu menolong Bagus. Untung nyawa bagus masih bisa selamat hanya saja tangannya terkilir. Ia segera dibawa ke Rumah Sakit terdekat oleh mereka.
            Di Rumah Sakit……
            ‘’Yaampun, benerkan kalau ada cowok yang dideketku pasti kena sial.” Kata Melody
            “Itu cuman kebetulan aja Melody.” Kata Allya
            “Heh kamu coba tampakkan dirimu!” teriak Doni
            “Kamu ngomong sama siapa Don?” tanya Allya
            “Aku merasakan ada yang ngikutin Melody dari awal.” Kata Doni
            Tiba-tiba muncul sesosok yang bisa dibilang hantu tepat didepan Melody. Semua berteriak karena ia menyerupai Boby, kekasih Melody yang meninggal karena kecelakaan.
            “Biarkan aku berbicara dengan dia.” Kata Doni
            “Mau apa kamu mengikuti Melody?” tanya Doni
            “Aku hanya ingin menjaga dia dari cowok lain.” Jawab Boby
            “Berarti selama ini kamu yang membuat celaka cowok yang berada didekat Melody termasuk Bagus?” tanya Doni
            “Iya, karena hanya orang berniat baik yang bisa memiliki cintanya dan harus mendapat ijin dariku.” Jawab Boby
            “Kamu tau ngga gara-gara ulah kamu Melody dihindari semua orang dan dicap sebagai cewek pembawa sial. Terus bagaimana caranya agar Bagus bisa mendapat ijin kamu?” tanya Doni
            “Dia harus menemukan sesuatu yang indah dimata Melody saat kami jadian.” Kata Boby
            “Dimana?” tanya Doni kembali
            “Ditempat dimana dia bisa menemukannya.” Jawab Boby
            Seketika sesosok Boby menghilang dari hadapan mereka.
            “Tadi kamu ngomong apa?” tanya Allya
            “Selama ini Boby lah yang membuat cowok yang dekat dengan Melody mengalami musibah. Dia melakukan ini karena cintanya kepada Melody sangat besar dan hanya orang baik yang bisa berpacaran dengan Melody sekaligus mendapat ijin dari Boby.” Kata Doni
            “Jadi dia yang mencelakai Bagus juga? Dia yang mengikutiku selama ini? Boby jahattt” kata Melody yang sedang menangis
            “Boby melakukan ini karena dia masih cinta sama kamu.” Kata Doni
            “Terus gimana caranya Kak Bagus bisa mendapat ijin dari Boby?” Tanya Allya
            “Dia harus menemukan sesuatu yang indah dimata Melody saat pertama kali Melody dan Boby jadian.” Jawab Doni
            “Engga mungkin, sesuatu yang indah itu bunga mawar yang ada ditaman. Tapikan bunga itu sudah tidak ada disana lagi.” Kata Melody
            “Aku harus mendapatkan bunga itu.” Kata Bagus
            “Engga Gus, tangan kamu masih sakit terus bunga itu sudah tidak ada lagi.” Kata Melody
            Bagus tetap bersikukuh pergi mencari bunga mawar itu. Ia langsung pergi menuju taman dimana bunga mawar itu berada. Suasana taman sepi sekali. Seperti tidak ada kehidupan didalam sana.
            Bagus mencari dari ujung sampai keujung tetapi tetap tidak ketemu. Tiba-tiba ada orang yang mendorong dia dari belakang. Melody, Allya dan Doni pergi menysul Bagus. Bagus melihat ada setangkai bunga mawar layu berada diatas pohon. Bagus lalu memanjat pohon itu sekuat tenaga tetapi tidak sampai-sampai juga. Ia lalu berdo’a kepada Tuhan agar berhasil dan akhirnya ia mendapatkan setangkai bunga mawar layu itu.
            Melody baru tersadar kalau dulu itu sempat melemparkn bunga mawar dan tersangkut di pohon itu. Artinya Bagus berhasil menyelesaikan tantangan dari Boby.
            Boby mulai muncul dihadapan mereka kembali.
            “Kamu berhasil mendapatkan bunga itu. Maka dari itu saya ijinkan kamu untuk memiliki Melody seutuhnya setelah saya. Dan kamu Melody, selamanya saya akan tetap mencintaimu sampai kapanpun. Selamat tinggal semuanya, akhirnya saya bisa beristirahat dengan tenang dialam sana…..” kata Boby
            Akhir cerita Bagus mendapat ijin untuk berpacaran dengan Melody. Melody senang karena bisa berpacaran dengan Bagus dan tidak ada lagi kata ‘Sial’ dalam hidupnya. Selamanya Melody juga akan mencintai Boby walau berbeda alam.

SELESAI

 Kalau mau COPAS ijin dulu oke :)




Rumah Kentang



            Dahulu saat jaman Belanda masih berlangsung, disebuah rumah yang sekarang berada di Jalan Aceh didaerah Bandung sedang mengadakan acara besar-besaran yang digelar dirumah itu. Banyak orang yang membersihkan tempat itu seperti menyapu, mengepel, membersihkan halaman agar terlihat rapi dan indah saat acara berlangsung.
            Diarah dapur tampak beberapa ibu-ibu yang sedang memasak. Suasana di dapur sangat sumpek karena banyaknya orang yang berada disitu.  Ada seorang ibu yang sedang menggendong bayi  dan memasak kentang disebuah kuali besar.
            Entah kenapa tiba-tiba gendongan bayi tersebut lepas dari ibunya. Bayi tersebut akhirnya tercebur kedalam kuali yang digunkan untuk memasak kentang tersebut. Sang ibu tadi berteriak meminta tolong kepada semua orang untuk menyelamatkan bayi yang tercebur dikuali berisi kentang tersebut. Tetapi nyawa sang bayi tidak bisa diselamatkan lagi. Ia meniggal didalam sebuah kuali yang digunakan untuk memasak kentang. Sang ibu menangis histeris meratapi nasib bayi itu.
            Konon setiap kali melewati rumah itu seperti tercium bau aroma kentang yang menyengat dan kadang terdengar suara tangisan bayi dari dalam rumah itu. Dan rumah itu kin terkenal dengan nama ‘Rumah Kentang’

                                           Inilah Rumah Kentang yang saya ceritakan tadi




SELESAI

 Kalau mau COPAS ijin dulu oke :)


Sabtu, 27 Oktober 2012

Cerita Horor : Derita......




            Kali ini saya (Arden) akan menceritakan kisah saya dan Pak Kimin, seorang penjual sate keliling yang berjualan di komplek rumahku.
            Beberapa hari lalu, perutku terasa sangat lapar. Aku berjalan menuju dapur untuk mencari makanan. Saat sampai di dapur ternyata tidak ada makanan satupun. Akhirnya aku menunggu Pak Kimin berkeliling didepan rumahku.
            Setelah beberapa lama menunggu akhirnya Pak Kimin lewat didepan rumahku. Aku langsung memanggilnya untuk membeli sate.
            “Pak beli sate.” Kataku
            “Eeee Arden , mau beli sate berapa?” tanya Pak Kimin
            “Sepuluh ribu aja pak, kayak biasanya.” Jawabku
            “Nah piringnya mana?” tanya Pak Kimin
            “Wo iya lupa, bentar pak tak ambilin dulu.” Jawabku
            Aku bergegas masuk kedalam rumah untuk mengambil piring sate. Aku mencari piring itu dimana-mana tidak ketemu. Perasaan aneh mulai terpikir diotakku. Pasti ada yang ngerjain aku dengan cara menyembunyikan piring yang sedang aku cari. Setelah sekitar 7 menit mencari, piring itu akhirnya ketemu juga. Aku langsung bergegas menyerahkan piringku ke Pak Kimin.
            “Pak ini piringnya………..”
            Tiba-tiba Pak Kimin sudah tidak ada didepan rumahku. Aku cari kemana-mana tidak ada jejaknya. Hilang bagai ditelan bumi.  Sesaat kemudian aku mencium bau yang  wangi disekitarku.
            “Wah pasti Pak Kimin digangguin sama yang punya pohon disitu.” Kataku dalam hati.
            Aku kemudian masuk kedalam rumah dengan perut yang keroncongan. Akhirnya orangtuaku datang juga dan membelikan aku makanan. Tanpa basa-basi  langsung aku santap makananitu.
            Malam berikutnya, Mang Kimin lewat didepan rumahku lagi. Ia meminta maaf karena kemaren pergi  tidak bilang-bilang dulu.
            “Mas sorry banget lho, tadi malem langsung pergi.” Kata Pak Kimin
            “Hahaha enggapapa Pak santai aja, habis digangguin ya?” tanyaku
            “Iya e mas.” Kata Pak Kimin
            “Pasti sama yang punya pohon itu kan?” tanyaku lagi
            “Sepertinya.” Kata Pak Kimin
            “Rambutnya panjang sekitar 2 meter, kulitnya putih  terus matanya putih kan?” tanyaku lagi
            “Nah bener banget. Persis sama yang ketemu kemaren. Lah lagi bakar sate dari belakang  malah ditapuk terus ketawa cekikikan serem nah aku langsung pergi wae dari pada takut.” Jawab Pak Kimin
            “Ya udah Pak, pesen sate sepuluh ribu lagi aja.” Kataku
            “Oke Den.”
            Akhirnya aku memesan sate lagi kepada Pak Kimin. Setelah beberapa menit sate dibakar akhirnya matang juga. Tampak sesosok perempuan berada dibelakangku yang hendak membeli sate.
            “Pak satenya duapuluh ribu dong, cepet ya.” Kata perempuan itu.
            Pak Kimin lantas berteriak kaget  dan berlari menuju arah depan gang karena takut ketemu hantu lagi.
            “Ha..ha..hantu…………………………” teriak Pak Kimin
            “Wo kurang ajar, orang mau beli sate malah ditinggal pergi. Orang cantik begini dibilang hantu. Besok lagi engga tak beli satenya baru kapok kamu.” Teriak perempuan itu yang sedang kesal.
            Ternyata perempuan itu adalah Mbak Yuni, pembantu rumah sebelah yang hendak membeli sate. Aku hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat kejadian ini.
            “Apa mas ketawa-tawa, Mbake lagi ngelih pengen maem sate malah bakule  pergi.” Kata Mbak Yuni
            “Ampun mbak, engga ikut-ikutan.” Kataku
            Aku langsung masuk kedalam rumah dan masih tertawa puas. Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkw

*Ngelih : Laper
*Bakule : Penjualnya

SELESAI

 Kalau mau COPAS ijin dulu oke :)