Ditengah
keramaian di kampus tampak seorang perempuan bernama Melody. Ia merupakan
seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi didaerah Bandung. Beberapa bulan lalu
ia ditinggal kekasihnya yang meninggal karena tertabrak angkutan umum saat
hendak berangkat ke kampus. Hingga sekarang ia masih tidak dapat melupakan
kekasihnya tersebut.
Pagi hari yang cerah saat mentari
mulai menampakkan sinarnya, Melody berjalan menuju kampusnya yang terletak tak
jauh dari rumahnya. Disepanjang jalan kampus banyak orang membicarakan dia
karena setiap kali ada cowok yang dekat dengan dia mengalami hal yang buruk
atau musibah dan dicap sebagai cewek pembawa sial. Melody tidak mempedulikan
apa kata mereka yang penting enjoy aja.
Dari arah belakang tampak Allya,
sahabat Melody berlari menuju arah
Melody.
“Ody tunggu dong…..” teriak Allya
yang sedang berlari
“Haduhhh…bisa ngga sih engga panggil
nama Ody.” Kata Melody
“Ampun mbak hehehe.” Kata Allya
“Udah sampe kan yuk langsung capcuss
ke kampus.” Kata Melody
Mereka lalu berjalan menuju Kampus
tanpa mempedulikan orang-orang sekitarnya yang masih saja membicarakan Melody.
Ditengah jalan mereka bertemu dengan Romi.
“Hai Melody.” Sapa Romy
“Hai juga. Kamu engga takut kena
musibah kayak cowok yang lain?” tanya Melody
“Ngapain takut.” Jawab Romi
Melody dan Allya berjalan
meninggalkan Romi sendirian. Romi mengejar mereka tetapi malah Romi terpeleset
hingga jatuh.
“Bener yangkan mereka bilang, kalau
cowok yang deket sama aku pasti kena sial.” Kata Melody
“Alah itu paling cuman kebetulan aja
pas kena musibah. Bulan lalu Boby meninggal ketabrak angkutan umum mungkin itu
memang ajalnya. Kemaren Dion kesiram air panas mungkin juga karena kurang
hati-hati. Sekarang Romi kepleset mungkin emang takdirnya kepleset.” Kata Allya
yang berusaha menenangkan Melody
“Iya juga sih.” Kata Melody
Melody merasakan ada hal aneh. Ia
merasa ada yang mengikuti dia.
“Al kamu ngerasa ngga sih kalau ada
yang ngikutin kita?” kata Melody
“Engga, ah mungkin itu cuman
perasaanmu aja.” Jawab Allya
“Engga mungkin. Aku ngerasain udah
dari lama.” Kata Melody
“Ah lupain aja, sekarang ada kelas
capcus yuk.” Kata Allya
Mereka langsung menuju kelas. Melody
masih dapat merasakan kalau ada yang mengikuti dia.
Beberapa jam kemudian Melody dan
Allya telah selesai mengikuti kuliah. Tiba-tiba ada seorang cowok mendekati
Melody dan ternyata dia bernama Bagus. Bagus memang cowok yang keren, gaul dan
semua cewek di kampus menyukai dia termasuk Melody.
“Hai Melody.” Sapa Bagus
“Hai juga Kak Bagus.” Jawab Melody
“Ehmmmm, Dy mau ngga nanti malem
kita dinner bareng?” tanya Bagus
“Emmm gimana ya” kata Melody
“Udah Dy terima aja, jarang-jarang
ada orang yang diajak dinner sama Kak Bagus. Lagian kamukan suka sama Kak Bagus
terima aja.” Bisik Allya kepada Melody
“Tapi kalau Kak Bagus kenapa-kenapa
gimana?” bisik Melody
“Ody itu cuman kebetulan aja.” Bisik
Allya
“Ya udah aku mau kak.” Kata Melody
“Asiik, nanti aku jemput jam 7
dirumah kamu ya?” tanya Bagus
“Okelah kak.” Jawab Melody
“Rumah kamu masih yang di Jalan
Merpati kan?” tanya Bagus
“Masih kak.” Jawab Melody
“Oke sampe ketemu nanti Melody.” Kata
Bagus yang sembari meninggalkan mereka berdua
Hati Melody Berbunga-bunga karena diajak dinner bersama
Bagus. Allya sebagai sahabatnya juga merasa senang.
“Eh Ody aku pulang dulu ya udah
dijemput.” Kata Allya
“Bisa gak sih engga panggil Ody.” Kata
Melody
“Hehe ampun ampun Ody eh Melody.”
Kata Allya
“Oke sampe ketemu besok dikampus.” Kata
Melody
“Kalau kangen telepon ya hahaha.” Kata
Allya
“Mulai nih kegilaannya hahaha. Ya
udah, kasian tuh yang nungguin kamu dari tadi.” Kata Melody
Akhirnya Melody pulang sendirian. Perasaan
aneh mulai muncul lagi. Melody merasa diikuti oleh seseorang tetapi orang itu
tidak ada.
Ditempat lain Bagus yang saat itu
sedang bermain basket bercakap-cakap dengan Indra, temannya.
“Gus kamu ngga takut kena sial gitu
kalau deket Melody?” tanya Indra
“Engga, emangnya kenapa takut.”
Jawab Bagus
“Secara dia kan cewek pembawa sial. Liat
aja cowok yang deket sama dia pasti kena sial. Jangan-jangan kamu korban
selanjutnya hahaha.” Kata Indra
“Ngaco ah kamu. Sekarang lanjut maen
basket lah” Kata Bagus
Tiba-tiba ada yang melempar baru
kearah Bagus hingga mengenai kepalanya. Untungnya batu itu kecil sehingga hanya
menimbulkan luka ringan saja.
Beberapa menit kemudian Melody sampai dirumah. Ia langsung bergegas
menuju kamar tidurnya. Melody mengambil foto Boby, kekasihnya dulu yang
meninggal karena tertabrak angkutan umum yang jatuh didepan matanya.
“Aneh, fotonya Boby kok tiba-tiba
bisa jatuh disini. Padahal foto ini aku simpan didalam lemari buku.”
Perasaan heran mulai menyelimuti
dirinya. Ditambah lagi ada sebuah suara memanggil nama Melody dengan merdu.
“Melody………………………….”
“Siapa itu? Tanya Melody
Tetapi tidak ada yang menjawab. Melody
mulai merasa takut dan akhirnya menelpon Allya untuk datang kerumahnya.
“Halo Allya?”
“Eh Melody. Benerkan kamu kangen sama aku, buktinya kamu telepon aku hahaha.”
“Serius ah, kamu sekarang bisa kerumahku
?”
“Aku diajak pergi sama orang tuaku
masalahnya. Maaf banget ya.”
“Enggapapa sih. Have fun ya.”
Beberapa jam kemudian, Bagus telah
sampai didepan rumah Melody. Melody bergegas keluar rumah dan mereka menaiki
motor menuju café yang sudah Bagus pesan. Beberapa menit kemudian akhirnya mereka
sampai.
“Kamu mau pesan apa?” tanya Bagus
“Aku Ayam bakar sama lemon squash
aja kak.” Kata Melody
“Mbak Ayam bakar 2, lemon squash 1
sama cappuccino 1 ya.” Kata Bagus kepada waiter café tersebut.
“Ehmmm sebenarnya aku mau ngomong
sesuatu kekamu.” Kata Bagus
“Apa kak?” tanya Melody
“Tapi kamu jangan marah ya?” tanya Bagus
kembali
“Santai aja kali kak.” Jawab Melody
“Maukah kamu jadi pacar kakak?”
tanya Bagus
“Kakak engga malu pacaran sama cewek
pembawa sial kayak aku ini?” Tanya Melody balik
“Ngapain malu coba. Mana mungkin sih
ada cewek pembawa sial.” Jawab Bagus
“Kalau gitu Melody mau deh kak.” Kata
Melody
“Asik. Eh pesanannya udah dateng
dimakan yuk.” Kata Bagus
Makan dan Minuman telah siap. Mereka
langsung menyantap makanan yang mereka pesan.
Setelah beberapa waktu di café akhirnya
mereka selesai juga.
“Pulangnya aku antar lagi ya.” Kata Bagus
“Iya dong, datang diantar pulang
harus dijemput hahaha.” Kata Melody
Mereka lalu pergi meninggalkan café tersebut.
Ditengah perjalanan sebuah kecelakaan terjadi. Motor yang mereka kendarai
menabrak sebuah tiang listrik. Bagus terpental dari motornya sedangkan Melody
hanya jatuh saja.
“Kak Bagussss…..” teriak Melody
Dari arah belakang Allya dan Doni
menolong Melody.
“Yaampun Melody, kamu engga
kenapa-kenapa kan?” tanya Allya
“Aku sih engga kenapa-kenapa. Tapi kak
Bagus terpental kearah sana.” Jawab Melody
Mereka semua lalu menolong Bagus. Untung
nyawa bagus masih bisa selamat hanya saja tangannya terkilir. Ia segera dibawa
ke Rumah Sakit terdekat oleh mereka.
Di Rumah Sakit……
‘’Yaampun, benerkan kalau ada cowok
yang dideketku pasti kena sial.” Kata Melody
“Itu cuman kebetulan aja Melody.” Kata
Allya
“Heh kamu coba tampakkan dirimu!”
teriak Doni
“Kamu ngomong sama siapa Don?” tanya
Allya
“Aku merasakan ada yang ngikutin
Melody dari awal.” Kata Doni
Tiba-tiba muncul sesosok yang bisa
dibilang hantu tepat didepan Melody. Semua berteriak karena ia menyerupai Boby,
kekasih Melody yang meninggal karena kecelakaan.
“Biarkan aku berbicara dengan dia.” Kata
Doni
“Mau apa kamu mengikuti Melody?”
tanya Doni
“Aku hanya ingin menjaga dia dari
cowok lain.” Jawab Boby
“Berarti selama ini kamu yang
membuat celaka cowok yang berada didekat Melody termasuk Bagus?” tanya Doni
“Iya, karena hanya orang berniat
baik yang bisa memiliki cintanya dan harus mendapat ijin dariku.” Jawab Boby
“Kamu tau ngga gara-gara ulah kamu
Melody dihindari semua orang dan dicap sebagai cewek pembawa sial. Terus bagaimana
caranya agar Bagus bisa mendapat ijin kamu?” tanya Doni
“Dia harus menemukan sesuatu yang
indah dimata Melody saat kami jadian.” Kata Boby
“Dimana?” tanya Doni kembali
“Ditempat dimana dia bisa
menemukannya.” Jawab Boby
Seketika sesosok Boby menghilang
dari hadapan mereka.
“Tadi kamu ngomong apa?” tanya Allya
“Selama ini Boby lah yang membuat
cowok yang dekat dengan Melody mengalami musibah. Dia melakukan ini karena
cintanya kepada Melody sangat besar dan hanya orang baik yang bisa berpacaran
dengan Melody sekaligus mendapat ijin dari Boby.” Kata Doni
“Jadi dia yang mencelakai Bagus
juga? Dia yang mengikutiku selama ini? Boby jahattt” kata Melody yang sedang
menangis
“Boby melakukan ini karena dia masih
cinta sama kamu.” Kata Doni
“Terus gimana caranya Kak Bagus bisa
mendapat ijin dari Boby?” Tanya Allya
“Dia harus menemukan sesuatu yang
indah dimata Melody saat pertama kali Melody dan Boby jadian.” Jawab Doni
“Engga mungkin, sesuatu yang indah
itu bunga mawar yang ada ditaman. Tapikan bunga itu sudah tidak ada disana
lagi.” Kata Melody
“Aku harus mendapatkan bunga itu.” Kata
Bagus
“Engga Gus, tangan kamu masih sakit
terus bunga itu sudah tidak ada lagi.” Kata Melody
Bagus tetap bersikukuh pergi mencari
bunga mawar itu. Ia langsung pergi menuju taman dimana bunga mawar itu berada. Suasana
taman sepi sekali. Seperti tidak ada kehidupan didalam sana.
Bagus mencari dari ujung sampai
keujung tetapi tetap tidak ketemu. Tiba-tiba ada orang yang mendorong dia dari
belakang. Melody, Allya dan Doni pergi menysul Bagus. Bagus melihat ada
setangkai bunga mawar layu berada diatas pohon. Bagus lalu memanjat pohon itu
sekuat tenaga tetapi tidak sampai-sampai juga. Ia lalu berdo’a kepada Tuhan
agar berhasil dan akhirnya ia mendapatkan setangkai bunga mawar layu itu.
Melody baru tersadar kalau dulu itu
sempat melemparkn bunga mawar dan tersangkut di pohon itu. Artinya Bagus
berhasil menyelesaikan tantangan dari Boby.
Boby mulai muncul dihadapan mereka
kembali.
“Kamu berhasil mendapatkan bunga
itu. Maka dari itu saya ijinkan kamu untuk memiliki Melody seutuhnya setelah
saya. Dan kamu Melody, selamanya saya akan tetap mencintaimu sampai kapanpun.
Selamat tinggal semuanya, akhirnya saya bisa beristirahat dengan tenang dialam
sana…..” kata Boby
Akhir cerita Bagus mendapat ijin
untuk berpacaran dengan Melody. Melody senang karena bisa berpacaran dengan
Bagus dan tidak ada lagi kata ‘Sial’ dalam hidupnya. Selamanya Melody juga akan
mencintai Boby walau berbeda alam.
SELESAI
Kalau mau COPAS ijin dulu oke :)
Kalau mau COPAS ijin dulu oke :)
