Hari Senin
yang cerah, tampak seorang perempuan sedang duduk dikursi kelas. Perempuan itu bernama Naya. Ia merupakan seorang pelajar
kelas XI di SMA Pelita Indah. SMA Pelita Indah memang sudah terkenal angker.
Beberapa menit kemudian Naya
berjalan menuju Kantin untuk membeli makan. Tanpa sengaja ia menabrak seorang
pelajar laki-laki yang tidak ia kenal.
“Eh maaf-maaf, aku udah nabrak kamu.”
Kata Naya
Pelajar laki-laki itu hanya
tersenyum kecil dan berjalan menuju Kamar Mandi.
“Aneh banget itu orang, biasanyakan
kalau semua orang ditabrak pasti marah-marah.” Kata Naya dalam hati
Naya melanjutkan langkahnya menuju
Kantin. Ditengah perjalanan ia bertemu dengan Nabilah, salah satu sahabatnya.
“Mau kemana Nay?” tanya Nabilah
“Mau ke Kantin, ikut yuk.” Jawab Naya
“Oke, tapi traktir makan Baso ya
hehehe.” Kata Nabilah dengan tingkah lucunya
“Gampang, bisa diatur.” Kata Naya
Naya dan Nabilah lalu berjalan
menuju Kantin. Beberapa saat kemudian mereka sampai di Kantin dan langsung
membeli Baso Mang Udjo kesukaan mereka. Naya melihat laki-laki yang ia tabrak
tadi disudut kantin.
“Woy..woy…Liatin apa sih sampe
segitunya?” tanya Nabilah
“Oh engga papa, cuman heran aja sama cowok yang ada dipojok itu. Tadi
aku nabrak dia tapi malah engga marah, sekarang dikantin cuma diam tanpa kata
kayak begitu.” Jawab Naya
“Orang yang mana sih????” tanya
Nabilah dengan penasaran
“Itu yang ada dipojokan.” Jawab Naya
“Kamu baru konslet ya, orang
dipojokan sana engga ada orang. Adanya cuman Joni yang giginya dipager terus
matanya ada empat. Masa heran sama dia. Matamu agak eror kaliye?” tanya Nabilah
“Bukan Joni, itu yang ada dipojokan.”
Jawab Naya kesal
Tiba-tiba Gusti dan Andro datang
menemui mereka.
“Woy ada apa woy, kok kalian ribut?”
tanya Gusti
“Naya heran sama cowok dipojokan
sana.” Jawab Nabilah
“Si Joni? Emangnya kenapa?” tanya
Andro
“Masa heran sama Joni, emang dia
aneh tau.” Kata Gusti
“Bukan… ah lupakan.” Kata Naya
Naya masih bingung kenapa sahabatnya
tidak melihat ada cowok dipojokan sana. Tiba-tiba ada suara jeritan dari arah Lab.IPA.
Mereka semua lalu berlari menuju sumber
suara itu. Tampak Nayla sedang berterik histeris.
“Kamu kenapa?” tanya Naya
“Tadi ada laki-laki wajahnya rusak
berdiri di depan sana. Disana juga ada tulisan Cinta Cuma Satu ” Jawab Nayla
dengan nafas yang tak karuan.
Tiba-tiba segerombolan Guru datang
menuju Lab.
“Sudah-sudah sekarang kalian cepat
keluar dari ruangan ini.” Kata Bu Vidya, seorang guru pendamping IPA disekolah
Naya.
Mereka semua lalu meninggalkan ruangan itu. Beberapa
siswa membicarakan tentang hal yang sama yaitu hantu yang ada di Lab Kimia
berwujud laki-laki berwajah seram setelah kejadian tadi. Naya mulai penasaran
dengan hali itu.
“Eh kalian percaya gak sih sama
kabar hantu yang ada di Lab?” tanya Naya
“Selama aku belum ketemu sama dia
aku engga percaya.” Jawab Gusti
“Ih amit-amit ketemu hantu. Bisa-bisa
aku ngompol dicelana oh tidak bisa.” Kata Nabilah
“Lebay ah kamu hahaha.” Kata Naya
dan Andro
Bel pelajaran mulai berbunyi. Seluruh
siswa memasuki ruangan kelas masing-masing untuk melanjutkan pelajaran. Naya,
Nabilah, Andro, Gusti dan murid yang lain berjalan menuju Lab IPA karena memang
sekarang memang jam pelajaran IPA.
“Eh sumpah aku parno banget. Takut ketemu
hantu.” Kata Nabilah
“Yaampun, berdo’a aja biar ga
ketemu.” Kata Naya
Dibelakang tampak Bu Vidya berlari
menuju Naya, Nabilah dan yang lain.
“Pelajaran hari ini pindah kekelas
kalian akibat ada masalah tadi.” Kata Bu Vidya
Mereka semua lalu berbalik arah
menuju kelas. Di kelas, Naya semakin penasaran dengan hantu yang ada disekolah.
Ia memberanikan diri untuk bertanya kepada Bu Vidya.
“Bu, benarkah di Lab IPA ada
hantunya?” tanya Naya
“Sudah, kalian ini disini belajar,
jangan bertanya yang aneh-aneh.” Kata Bu Vidya dengan sikap yang aneh.
“Tapi bu….”
“Sudah jangan bicarakan itu lagi.!” Kata
Bu Vidya dengan kasar.
Tiba-tiba Nabilah berteriak
histeris. Semua menoleh kearah Nabilah. Tampak wajah Nabilah sengaja ditutupi
dengan tasnya.
“Sttt kamu kenapa sih teriak gak
jelas begitu?” tanya Bu Vidya
“Dibelakang itu ada hantu yang
mukanya serem abis, ngalahin seremnya Pak Kepsek.” Jawab Nabilah.
“Yasudah sekarang kamu ikut saya.” Kata
Bu Vidya
“Mau ngapain bu? Saya engga mau
kalau disuruh bersihin kamar mandi lagi.” Kata Nabilah
“Huss sekarang ikut ibu. Yang lain
kerjakan tugas halaman 108.” Kata Bu Vidya
Beberapa jam kemudian bel sekolah
berbunyi. Kami semua lalu bergegas untuk pulang. Naya, Andro dan Gusti tidak
langsung pulang melainkan mencari Nabilah diruang BK. Dan akhirnya ketemu juga
dengan Nabilah.
“Kamu tadi diapain?” Tanya Gusti
“Cuma ditanyain wajah hantunya tadi
sama letaknya dimana terus ada tulisan 'Cinta Cuma Satu'.” Jawab Nabilah
“Ya udah sekarang kita kerumahku
aja, aku masih penasaran sama itu hantu.” Kata Naya
Mereka semua langsung pulang dan menuju
Rumah Naya.
Ditempat lain, Bu Vidya menemukan
setangkai mawar merah dimejanya dan sebuah tulisan “Cinta Cuma Satu”.
“Dari siapa lagi ini? Dari dulu ada terus. Ah mungkin cuman dari murid yang ngasih ini biar dapet nilainya bagus.” Kata Bu Vidya yang sedang
membuah bunga dan tulisan itu.
Dirumah Naya, mereka semua masih
heran dengan hantu di Lab tersebut.
“Tadi kamu liat hantunya dimana?”
tanya Gusti
“Persis dibelakang Bu Vidya. Mukanya
ancur banget sumpah .” jawab Nabilah
“Bentar-bentar, hantunya ada
dibelakang Bu Vidya. Nah tadi aku tanya sama Nayla hantunya juga persis
dibelakang bu Vidya seperti ngikutin
gitu lah.” Kata Naya
“Ada yang engga beres nih.” Kata Andro
“Mau ngga, ntar malem kita ke
Sekolah buat buktiin itu semua?” tanya Naya
“Oke aku berani.” Kata Gusti
“Aku juga.” Kata Andro
“Aduh aduh aduh, makasih deh aku
engga mau.” Kata Nabilah
“Gini aja, kamu sama Andro nunggu
dideket rumah Bu Vidya, takutnya nanti terjadi apa-apa.” Kata Naya
“Oke.” Kata Andro dan Nabilah
Adzan Isya’ mulai berkumandang .
Naya dan Gusti telah berada didepan pintu gerbang sekolah.
“Nay, ada satpam. Pasti kita engga
diizinin masuk. Terus gimana?” Tanya Gusti
“Tenang, kalau sama Naya semua
beres.” Jawab Naya.
Naya dan Gusti lalu berjalan menuju
Pos Satpam.
“Pak saya mau ngambil Handphone saya
yang ketinggalan di kelas. Boleh ya pak? Soalnya orang tua saya mau menelpon,
boleh ya?” Tanya Naya
“Hmmmmm gimana ya. Ya udah saya
kasih ijin buat masuk.” Jawab Pak Satpam
Naya dan Gusti bukan menuju kelas
melainkan menuju Perpustakaan. Mereka mencari buku tahunan yang menyangkut Bu
Vidya karena memang Bu Vidya alumni SMA Pelita Indah. Setelah beberapa lama
mencari akhirnya ketemu juga.
“Yaampun bu Vidya waktu SMA lucu
banget.” Kata Gusti
“Husss, eh bentar ini kan orang yang
aku tabrak dan aku liat di Kantin ternyata namanya Joko. Tapi kok tulisannya di
sini ‘Rest In Peace’. Berarti dia udah….”
Tiba-tiba ada sebuah lemparan buku
dari arah kanan. Naya dan Gusti langsung berlari menuju pintu Perpustakaan.
Sesosok hantu mulai muncul diarea situ.
“Ha..ha…hantu…” teriak Naya
Sebuah suara lirih terdengar
ditelingan Naya dan Gusti “Cinta Cuma
Satu”
Meraka lalu
berlari kembali menuju Pos Satpam. Setelah sampai di Pos Satpam, handphone
Gusti berbunyi. Ternyata telepon itu berasal dari Nabilah dan langsung
mengangkatnya.
“Halo, Gusti?”
“Iya aku sendiri, ada apa?”
“Bu Vidya menangis terus, Andro
lagi menenangkan Bu Vidya. Sekarang Bu Vidya minta suruh anterin ke sekolah. Kamu
masih disanakan?”
“Masih, aku tunggu tapi cepet ya.”
Telepon akhirnya ditutup. Gusti Nampak
cemas .
“Ada apa Ti?” tanya Naya
“Tadi Nabilah telepon, kalau Bu
Vidya minta suruh anterin ke Sekolah.” Jawab Gusti
Beberapa saat kemudian Andro, Nabilah
dan Bu Vidya tiba di Sekolah. Bu Vidya berlari menuju lapangan sekolah.
“Tunggu Bu…” kata Andro
Naya, Gusti, Nabliah dan Andro lalu
berlari menyusul Bu Vidya. Di Lapangan sesosok hantu yang kami lihat tampak sedang
cerita….
“Dahulu, kita bersahabat. Suka duka
kita lewati bersama. Tetapi saat aku menembak kamu, kenapa tidak kamu terima? Apakah
kamu tau penyebab asli dari kematianku? Penyebab utamanya adalah Jorgi dan
kelompoknya membunuh aku saat aku sedang berada di Laboraturium IPA. Mereka
menyiram cairan berbahaya dan mengenai bagian wajahku. Aku berteriak kesakitan
tetapi tidak ada yang mendengarku karena saat itu sedang sepi. Mereka menambah
cairan dan dan langsung membunuhku. Untuk menghilangkan jejak mereka menaruh
cairan itu ditanganku agar semua percaya bahwa aku melakukan tindakan bunuh
diri. Jorgi melakukan semua ini karena ingin menjauhkanku dari kamu. Saat itu juga aku akan memberikan
setangkai mawar dan kata-kata ‘Cinta Cuma Satu’ kepada kamu tetapi hidupku tak
berlangsung lama…”
“Joko…Joko…Joko… maksudku tidak
menerimamu karena aku takut akan kehilangan kamu. Aku sebenarnya mencintaimu hingga
sekarang. Persahabatan itu selamanya tapi cinta kadang tak bisa segalanya… Joko…
berarti selama ini yang memberiku bunga dan tulisan itu kamu bukan Jorgi.” Kata
Bu Vidya yang menangis
“Tetapi aku lega sekarang kamu sudah
mengetahui penyebab aku meninggal dan kamu masih mencintaiku. Cinta Cuma Satu
hanyalah kamu…. Selamat tinggal semua….sekarang aku bisa tenang dialam sana….”
“Tidakkkkkkkk……Joko Joko jangan
pergi…..”
Wajah seram hantu itu berubah
menjadi seorang laki-laki berwajah tampan. Tubuhnya berangsur-angsur menghilang.
Mereka semua tergeletak lemas di Lapangan.
SELESAI
Kalau mau COPAS ijin dulu oke :)
Kalau mau COPAS ijin dulu oke :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar